Ramadhan Mubarak
Agustus 18, 2011 at 8:17 am Tinggalkan komentar
Sejenak merenungi perjalanan waktu. Ternyata kita hampir sampai di pintu gerbang Sepuluh terakhir Bulan Ramadhan, bulan yang suci, diberkahi dan mulia 1432 H. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa (as-Shaum) sehingga bulan inipun disebut “Bulan Puasa” (Syahru as-Shiyaam) dan merupakan salah satu di antara lima rukun Islam.
Rasulullah Saw Bersabda :
عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّه أَنَّ أَعْرَابِيًّا، جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ِ ثَائِرَ الرَّأْسِ فَقَالَ
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي مَاذَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فَقَالَ ” الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا ”
فَقَالَ أَخْبِرْنِي مَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَىَّ مِنَ الصِّيَامِ فَقَالَ ” شَهْرَ رَمَضَانَ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا ” فَقَالَ
أَخْبِرْنِي بِمَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَىَّ مِنَ الزَّكَاةِ فَقَالَ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ.
قَالَ وَالَّذِي أَكْرَمَكَ لاَ أَتَطَوَّعُ شَيْئًا، وَلاَ أَنْقُصُ مِمَّا فَرَضَ اللَّهُ عَلَىَّ شَيْئًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صلى الله عليه وسلم ” أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ، أَوْ دَخَلَ الْجَنَّةَ إِنْ صَدَقَ ”.
“Dari Sahabat Thalhah bin Ubaidillah ra. Bahwasanya ada orang Arab gunung datang kepada Rasulullah SAW dengan rambut kusut dan bertanya : “Wahai Rasulullah, ceritakan kepadaku apa yang diperintahkan Allah dari shalat?” Beliau menjawab : “Shalat lima waktu, kecuali jika engkau ingin shalat secara suka rela (sunat) .” Orang itu bertanya lagi : “Apakah yang difardhukan oleh Allah untuk saya dari puasa?” Rasul menjawab : “Puasa Ramadhan, kecuali engkau mau melakukan puasa secara suka rela (sunat).” Orang itu bertanya lagi : “Apakah yang difardhukan Allah untuk saya dari zakat ?” Lalu Rasul menceritakan kepada orang itu tentang syariat Islam. Berkata orang itu : “Demi Allah, aku tidak akan menambahkan kewajiban ini dan tidak akan menguranginya sedikit pun. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ia orang yang beruntung jika benar apa yang diucapkannya.”
(Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari, Kitabus shiyam no.5291)
Sumber : http://hadith.al-islam.com/
Entry filed under: Tak terkategori. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed