CABANG-CABANG IMAN
Agustus 26, 2011 at 8:17 pm Tinggalkan komentar
Iman adalah bahagian dari pokok ajaran Islam yang tiga, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.
Adapun pokok-pokok keimanan dalam ajaran Islam ada enam yang dikenal dengan Rukun Iman ( Arkaanul Iman ), yaitu :
1. Iman kepada Alloh SWT
2. Iman kepada Malaikat Alloh SWT
3. Iman kepada Kitab-Kitab Alloh SWT
4. Iman kepada Rasul-rasul Alloh SWT
5. Iman kepada Hari Akhir/ Yaumul Akhir
6. Iman kepada Qadha dan Qadar
Di samping keenam rukun iman tersebut di atas, Rasulullah saw mengisyaratkan bahkan menyatakan dalam haditsnya bahwa “Al-Iman bidh’un wa sittuuna syu’batan wal-hayaa-u syu’batun minal-iiman” ( HR Al-Bukhari dan Muslim ).
Menurut Penyusun Fathul Bari Syarhu Shahih Al-Bukhari, Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Asqalani ketika membahas hadits di atas tentang iman “KITAB AL-IMAN” dalam bab umurul iman menjelaskan bahwa cabang-cabang iman dalam hadits Nabi saw : “Iman itu memiliki bidh’un wa sittuna (enam puluh sembilan) atau –dalam riwayat Ash-habusunan ats-Tsalatsah dan Abu Awanah dalam shahihnya bidh’un wa sab’uun (tujuh puluh sembilan)- cabang dan malu salah satu cabangnya.” Dari berbagai pendapat tentang uraian cabang-cabang iman, menurut Al-Hafizh yang paling mendekati dalam perinciannya adalah jalur riwayat Ibnu Hibban, yaitu :
“Bahwa cabang iman terbagi pada tiga, yaitu perbuatan hati ( Al-A’mal al-Qalb ), perbuatan lisan ( Al-A’mal al-Lisan ) dan perbuatan badan ( Al-A’mal al-Badan ).
Perbuatan hati أَعْمَالِ الْقَلْبِ ( A’maal Al-Qalb ) meliputi الْمُعْتَقَدَاتُ وَالنِّيَّاتُ (keyakinan dan niat) terdiri dari 24 ( empat belas ) cabang, sbb :
1. الْإِيمَانِ بِاللَّهِ Iman kepada Alloh; termasuk di dalamnya الْإِيمَانُ بِذَاتِهِ iman kepada dzat-Nya, وَصِفَاتِهِ sifat-sifat-Nya, وَتَوْحِيدِهِ بِأَنَّهُ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ keesaan-Nya bahwa tidak ada yang menyerupai-Nya. وَاعْتِقَادُ حُدُوثِ مَا دُونَهُ Dan yakin bahwa selain-Nya adalah baru.
2. وَالْإِيمَانِ بِمَلَائِكَتِهِ Iman kepada Malaikat-Nya.
3. وَكُتُبِهِ Iman kepada Kitab-kitab suci yang diturunkan-Nya.
4. وَرُسُلِهِ Iman kepada Rasul-rasul-Nya yang diutus.
5. وَالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ Iman kepada taqdir (ketentuan-Nya) yang baik dan buruk.
6. وَالْإِيمَانِ بِالْيَوْمِ الْآخِرِ Iman kepada adanya hari akhir. Termasuk di dalamnya masalah kubur وَيَدْخُلُ فِيهِ الْمَسْأَلَةُ فِي الْقَبْرِ. Kebangkitan وَالْبَعْثِ. Hari berkumpul وَالنُّشُورِ. Hari penghitungan وَالْحِسَابِ dan penimbangan وَالْمِيزَانِ. Dan juga melewati jembatan yang lurus وَالصِّرَاطِ. Pun surga dan neraka, الْجَنَّةِ وَالنَّارِ.
7. وَمَحَبَّةِ اللَّهِ Cinta kepada Alloh. وَالْحُبِّ وَالْبُغْضِ فِيه Cinta dan benci karena-Nya. ِ وَمَحَبَّةِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Cinta kepada Nabi saw. وَاعْتِقَادِ تَعْظِيمِهِ Meyakini keagungan akhlaqnya. يَدْخُلُ فِيهِ الصَّلَاةُ عَلَيْهِ Termasuk di dalamnya bershalawat pada Nabi saw. وَاتِّبَاعُ سُنَّتِهِ Mengikuti sunnah Nabi saw.
8. وَالْإِخْلَاصُ bersikap ikhlas tulus dalam beribadah pada-Nya.
9. تَرْكُ الرِّيَاءِ وَالنِّفَاقِ وَيَدْخُلُ فِيهِ Termasuk di dalamnya meninggalkan riya dan nifaq.
10. وَالتَّوْبَةُ Taubat dari perbuatan yang tercela kembali pada tuntunan-Nya.
11. وَالْخَوْفُ Takut akan siksa-Nya.
12. وَالرَّجَاءُ dan berharap rahmat-Nya.
13. الشُّكْرُ Bersyukur pada-Nya atas ni’mat-ni’mat-Nya.
14. وَالْوَفَاءُ Memenuhi segala janji pada-Nya juga pada selain-Nya.
15. وَالصَّبْرُ Sabar atas segala yang menimpa.
16. وَالرِّضَا بِالْقَضَاءِ Rela atas ketentuan-Nya yang ditetapkan baginya.
17. وَالتَّوَكُّلُ Berserah diri dalam segala hal pada-Nya.
18. وَالرَّحْمَةُ Bersikap penuh kasih khusus pada keluarga dan kaum muslim.
19. وَالتَّوَاضُعُ bersikap rendah hati di hadapan sesama.
20. وَيَدْخُلُ فِيهِ تَوْقِيرُ الْكَبِيرِ وَرَحْمَةُ الصَّغِيرِ Bersikap hormat pada yang lebih tua dan sayang pada yang lebih muda.
21. وَتَرْكُ الْكِبْرِ وَالْعُجْبِ Meninggalkan sikap sombong dan angkuh.
22. وَتَرْكُ الْحَسَدِ Meninggalkan rasa iri dengki.
23. وَتَرْكُ الْحِقْدِ Meninggalkan rasa benci atas keni’matan yang ada pada orang lain sehingga ia mnginginkan pindah pada-Nya.
24. وَتَرْكُ الْغَضَبِ Meninggalkan sikap marah.
http://hadith.al-islam.com
Bersambung…
Entry filed under: Tak terkategori. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed